RAWAN GEMPA DAN TSUNAMI; ‘Early Warning System’ Dipasang di Cilacap

RAWAN GEMPA DAN TSUNAMI; ‘Early Warning System’ Dipasang di Cilacap

Saturday, 16 June 2007, Jawa Tengah
CILACAP (KR) – Sistem peringatan dini atau ‘Early Warning System” dipasang di Cilacap, karena dinilai rawan gempa dan tsunami. “Tahun 60-an, pernah terjadi gempa di Afrika Selatan pada kedalaman laut 10 km dengan kekuatan 5,0 SR, dan gempa tersebut telah meluluh lantakan seluruh kota. Ini menunjukan gempa yang terjadi di perairan laut dangkal dapat menimbulkan kerusakan yang besar,” ujar Sekretaris Utama Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Dr Andi Eka Sakia M Eng di sela-sela penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota Kesepahaman BMG dengan Pemda Cilacap tentang sistem peringatan dini atau Early Warning System, Kamis (14/6).

Nota kesepahaman tersebut, meliputi pula pembangunan daerah operasi sensor seismik dan sistem komunikasi, pengembangan pelayanan meteorologi, penyampaian informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Seperti diketahui, Laut Selatan Cilacap dan Jawa pada umumnya sering menjadi sumber pusat gempa, hal itu dikuatkan dengan terjadinya gempa dahsyat yang menimbulkan tsunami pada 17 Juli 2006. Sehingga di Cilacap sangat dibutuhkan keberadaan peralatan untuk early warning, dengan harapan keberadaannya dapat menekan angka korban jiwa yang diakibatkan gempa tersebut.

“Sebenarnya, peralatan sensor seismik sudah dipasang di kantor stasiun Meteorologi Cilacap, namun demikian agar peralatan itu berfungsi lebih baik maka dibutuhkan suatu lokasi yang tepat, karena peralatan tersebut sangat sensitif terhadap getaran,” lanjutnya. Dari hasil penelitian yang ada, maka didapatkan suatu lokasi di Desa Pamulihan Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Daerah tersebut dinilai memiliki struktur tanah yang kuat dan tidak gampang menyerap getaran. Dijelaskannya, bila alat sensor seismik tetap dipasang di Kantor Stasiun Meterologi Cilacap dinilai kurang tepat, karena lokasinya di pantai dan dekat jalan raya. Padahal, peralatan tersebut sangat peka terhadap getaran, sehingga akan sulit membedakan antara getaran yang ditimbulkan lalu lalang truk dan getaran gempa.

Menurutnya, untuk gempa yang dapat menimbulkan tsunami tenggang waktunya hanya 20-30 untuk sampai daratan, sehingga sangat dibutuhkan peralatan informasi dan sistem komunikasi yang cepat untuk mengantisipasinya.

“Kalau di negeri kita kecepatan informasinya baru sekitar 8 menit, atau informasi dapat diketahui 8 menit setelah terjadi gempa, sedang di Jepang hanya dalam 2 menit,” kata-nya. Kondisi itulah yang mendorong pemerintah berupaya memasang sebanyak mungkin alat sensor seismik di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemerintah menarget sampai dengan tahun 2008, seluruh peralatan tersebut sudah terpasang semua.

Dijelaskannya, sebenarnya masalah peringatan dini tidak hanya sebatas pengadaan peralatan sensor seismik, namun harus didukung pula sistem komunikasi cepat dan penataan ruang di sekitar pantai. Di antaranya, 200-500 meter dari garis pantai harus bebas bangunan atau pemukiman. Kalaupun harus ada bangunan seperti tempat pelelangan ikan (TPI) maka konstruksinya harus tahan gempa dan tsunami. Kemudian di sepanjang pantai dibuatkan break water. Kalaupun tidak bisa menanam tanaman bakau, bisa dilakukan dengan menanam tananam keras lainnya. Di samping itu, perlu dilakukan latihan evakuasi yang rutin.

Kepala Badan Kesbanglingmas Cilacap Drs Yayan Rusyawan MM mengatakan untuk mendukung hal tersebut Pemda Cilacap tengah merevisi SK Bupati tentang protap penanggulangan bencana. Karena dalam SK lama belum mengatur tentang penanggulangan bencana tsunami.

(Mak/Fia) -c

http://222.124.164.132/article.php?sid=127228

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: