Siapkan Mitigasi Bencana di Daerah, Gempa di Mentawai Tinggal Tunggu Waktu

Siapkan Mitigasi Bencana di Daerah, Gempa di Mentawai Tinggal Tunggu Waktu

jakarta, kompas – Kementerian Negara Riset dan Teknologi menyiapkan acuan teknis untuk menata kota-kota yang rawan gempa dan tsunami. Acuan itu diharapkan digunakan oleh pemerintah daerah dalam menata kota sehingga meminimalkan kerugian harta benda dan korban jiwa jika terjadi bencana.

“Kami sudah menyiapkan 10 acuan teknis untuk pemerintah daerah, yang nantinya akan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri. Ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang baru diundangkan April lalu,” kata Asisten Deputi urusan Analisis Kebutuhan Iptek, Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Pariatmono, di Jakarta, Jumat (22/6).

Ia mengatakan, 10 acuan itu, di antaranya instruksi agar pemerintah daerah ikut mengamankan peralatan deteksi bencana di wilayahnya, menyiapkan peta risiko (peta genangan) beserta skenario penyelamatan, menyiapkan tempat evakuasi beserta peta pencapaiannya, memasang rambu- rambu petunjuk arah evakuasi, dan membangun pusat krisis.

Pemerintah daerah juga diinstruksikan melakukan latihan-latihan evakuasi tsunami secara berkala, membangun sirene bahaya, membangun atau menentukan gedung penyelamat (escape building/tsunami shelter), memasukkan pertimbangan kebencanaan dalam penyusunan tata ruang, dan memasukkan pendidikan kebencanaan dalam kurikulum sekolah.

Pakar geodesi dan mitigasi gempa dari Institut Teknologi Bandung Hasanuddin Z Abidin mengatakan, untuk menyiapkan kota-kota siap menghadapi gempa dan tsunami, dibutuhkan data mendetail mengenai kondisi sesar dan pergerakan lempeng tiap tahun, serta struktur tanah.

Gempa Mentawai

Pakar gempa dan tsunami dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman kembali mengkhawatirkan gempa berpotensi tsunami di patahan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Di kawasan ini tahun 1797 dan 1833 terjadi gempa berkekuatan lebih dari 9 skala Richter. Nyaris selama 200 tahun, di segmen itu tidak terjadi lagi pelepasan energi.

Danny menjelaskan, daerah yang berpotensi tsunami saat terjadi gempa di patahan ini adalah Padang dan Bengkulu. Dari simulasi yang baru saja dilakukan diketahui bahwa jika terjadi tsunami, ketinggian air laut di Bengkulu 5-10 meter, sedangkan di Padang sekitar 2-4 meter. Simulasi dilakukan dengan mengacu pada kekuatan gempa yang melanda patahan Mentawai (tahun 1797 dan 1822).

“Gempa di patahan Mentawai dipastikan akan terjadi walaupun kepastian waktunya belum bisa ditentukan. Yang penting, bagaimana menyiapkan infrastruktur kota dan kesiapan masyarakat,” kata Danny.

Di kawasan timur, Laut Maluku adalah zona rawan tsunami nomor dua setelah Laut Banda dan 30 persen tsunami di Indonesia terjadi di sini. (AIK)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/23/humaniora/3625931.htm

2 Balasan ke Siapkan Mitigasi Bencana di Daerah, Gempa di Mentawai Tinggal Tunggu Waktu

  1. ARDI mengatakan:

    KALO ADA INFO AKU TUNGGU

  2. arzen fitra mengatakan:

    saya 29 tahun sekarang relawan disalah satu NGO di d aceh dan saya sangat ingin menjadi relawan di bengkulu .mengingat saya sudah 2.5 tahun di aceh dan saya ingin pulang ke jambi dan saya punya pengamanlan di bidang kemanusiaan jika ada lowongan tolong hubungi saya ke no 085260706572 atau online email arzen _juanda@yahoo.com.

    banda aceh 22 oktober 2007
    wasalam

    Arzen Fitra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: