SOAL DANA REKONSTRUKSI; Lurah Karangsewu Bantah Tuduhan

SOAL DANA REKONSTRUKSI; Lurah Karangsewu Bantah Tuduhan

Thursday, 21 June 2007, Yogyakarta
WATES (KR) – Lurah Desa Karangsewu Kecamatan Galur Kulonprogo Sudarsana membantah tuduhan warganya yang mengatakan dirinya tidak transparan dalam menentukan dana rekonstruksi korban gempa. “Tidak benar kalau saya tidak transparan. Karena selaku Lurah Desa, saya hanya merekomendasikan saja,” katanya kepada KR, Selasa pagi (19/6).

Pernyataan tersebut disampaikan Sudarsana menanggapi tuduhan tiga puluh tiga Kepala Keluarga (KK) Desa Karangsewu yang melapor ke Kejari Wates terkait belum cairnya dana bantuan rekonstruksi untuk mereka. (KR 12/6).

Dijelaskan, perihal pengusulan nama calon penerima dana rekonstruksi yang akan dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kulonprogo, bisa dilakukan warga melalui Dukuh dibantu tokoh masyarakat maupun secara pribadi dengan rekomendasi Lurah Desa.

“Setelah usulan itu masuk ke DPU maka yang menentukannya adalah DPU bersama tim survei. Jadi bukan Pemerintah Desa apalagi Lurah,” tandasnya.

Sudarsana menambahkan bahwa masalah ke-33 KK Desa Karangsewu yang sampai sekarang belum menerima bantuan dana rekonstruksi bukan kesalahan dirinya. Sebab dulu ketika mau diusulkan dan dilakukan pendataan, dia sudah memberitahukan kepada seluruh Dukuh di Desa Karangsewu bahwa jika masih ada warga di desa tersebut belum terdata untuk mendapatkan dana rekonstruksi hendaknya segera didata dan diusulkan. Dan Dukuh XVI, Slamet Diyono dibantu tokoh masyarakat yang diwakili Supardjo langsung menindaklanjuti himbauan Lurah Desa Karangsewu itu dengan mendata warga yang belum terdata sekaligus memasukkan data tersebut ke DPU Kulonprogo. “Tapi karena dari pemerintah dana itu memang belum turun, maka sampai sekarang belum ada warga yang menerima dana rekonstruksi tersebut,” tegasnya seraya menambahkan bahwa yang belum menerima bantuan dana rekonstruksi tidak hanya warga Desa Karangsewu saja, melainkan semua korban gempa di Kabupaten Kulonprogo.

Di tempat terpisah, ke-33 KK Desa Karangsewu Galur melalui koordinator mereka, Suprihono mendesak Kejari Wates untuk segera menindaklanjuti laporan warga yang disampaikan beberapa waktu lalu. “Kami minta Kejari segera turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan kasus dana rekonstruksi di Desa Karangsewu,” pintanya.

Desakan untuk segera dilakukan penyelidikan tersebut disampaikan Suprihono, karena warga merasa situasi dan kondisi di Desa Karangsewu pasca mereka melapor ke Kejari Wates menjadi kurang kondusif, sebab muncul saling mencurigai antarwarga. (M-2)-z

http://222.124.164.132/article.php?sid=127780

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: